Tuesday, March 9, 2010

PROSES PEMBUATAN FORMALDEHYDE

Proses pembuatan formaldehide dengan oksidasi metanol dibagi menjadi 3 tahap:

1. Persiapan bahan baku

2. Pembentukan produk

3. Pemurnian produk


A. Persiapan Bahan Baku

Tahap penyiapan bahan baku bertujuan untuk:

a. Menguapkan dan memanaskan umpan metanol sehingga sesuai dengan kondisi reaktor.

b. Memanaskan umpan udara sehingga sesuai dengan kondisi reaktor.

c. Menaikan tekanan umpan metanol dan udara sehinnga sesuai dengan kondisi reaktor.


1. Metanol

Bahan baku metanol diambil dari tangki penyimpanan pada kondisi cair dengan tekanan 1
atm dan suhu 30 c. Metanol dinaikan tekanannya dan dialirkan dengan pompa menuju mixer
untuk dicampur dengan aliran Recycle dari kolom distilasi pada kondisi cair.
Dari mixer metanol dialirkan ke vaparizer untuk merubah dari fase cair menuju fase gas
dengan pemanasan steam. Dari vaporizer metanol dialirkan ke heat exchanger untuk menaikan
suhu gas metanol yang bertujuan menurunkan beban dari furnace. pemanas yang digunakan

adalah pemanas produk reaktor yang akan diturunkan suhunya. Kemudian metanol dialirkan ke

furnace untuk dipanaskan sampai kondisi reaktor yaitu 560 C.

2. Oksigen

Bahan baku udara diambil dari lingkungan dan masuk ke filter untuk menyaring partikulat-
partikulat yang ada dalam udara. Di blower udara dinaikan tekanannya. Bersama-sama metanol udara masuk ke furnace untuk di panaskan menjadi 560 C.


B. Pembentukan Produk

Tahap ini bertujuan untuk mereaksikan metanol dengan oksigen membentuk Formaldehide
dalam reaktor fixed bed multitube. Reaksi oksidasi metanol menghasilkan formaldehide
berlangsung dalam fase gas pada suhu 560 C - 620 C dan Tekanannya 1,2 atm.
Reaksi berlangsung secara non- Adiabatis dan non-Ishotermal karena reaksinya adalah
eksotermis sehinnga diperlukan pendingin untuk menjaga temperatur reaktor agar sesuai dengan kondisi operasi dari reaktor yaitu 560 C - 620 C dan tekanan 1,2 atm.
Metanol dan udara masuk reaktor pada suhu 560 C. pada reaksi pembentukan formaldehide
ini digunakan katalis perak (Ag) untuk mencapai konversi 65,1 % dengan yield pembentukan
formaldehide sebesar 89,1 %.

C. Pemurnian Produk

Tahap ini bertujuan untuk :

1. Memisahkan CO2, N2, dan O2 dari produk keluaran reaktor.

2. Memisahkan Larutan formaldehide dari metanol untuk diambil produknya.

3. Mengambil Metanol untuk direcycle.


Thursday, March 4, 2010

FLUE GAS & OFF GAS

Flue Gas adalah gas buang yang tidak terpakai(di furnace) keluar melalui cerobong pipa furnace. komposisi gas yang keluar tergantung pada proses tersebut, biasanya sebagian besar adalah nitrogen.

Off Gas adalah gas buang dengan komposisi CO2, O2, N2 dari proses pemisahan di absorber yang tidak terpakai pada pembuatan formaldehide. Dengan harapan produk formaldehide yang diperoleh hanya mengandung formaldehide, metanol, dan air. Kalau gas-gas tersebut masih ada bisa menganggu proses pemisahan pada distilasi. untuk membuang gas-gas tersebut digunakan air sebagai pemisahnya karena gas-gas itu tidak larut dalam air.

PROSES SILVER CATALYST

        Proses ini mengunakan katalis perak dengan reaktor fixbed multitube. Katalis ini berbentuk kristal-kristal perak atau spherical yang ditumpuk pada tube. Katalis ini mempunyai umur sekitar 8 - 12 bulan. Katalis ini mudah teracuni oleh sulfur dan beberapa logam dari golongan transisi. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut:

1. Oksidasi

                         T=560 C, P=1.2 atm 

CH3OH + 1/2 O2 -------- HCHO + H2O;(Dl H 298 = -37,3 kcal/gmol).
                               Kat. Ag

2. Dehidrogenasi

                T= 560 C, P=1,2 atm
 

CH3OH --------------- HCHO + H2; (Delta H 298= 20,3 kcal/gmol ).
                    Kat. Ag

         Secara Keseluruhan Reaksinya adalah reaksi eksotermis dan pada suhu yang tinggi yaitu 560 - 620 C dan tekanan sedikit diatas tekanan atmosfer. Konversi yang terjadi sekitar 65 - 75% dan yield yang diperoleh sekitar 89,1%.

Wednesday, March 3, 2010

PROSES HIDROKARBON

Proses Hidrokarbon adalah proses yang dikembangkan pada awal perkembangan industri Formaldehide. Proses ini merupakan proses oksidasi langsung dari hidrokarbon yang lebih tinggi. Biasanya yang digunakan adalah etilen dengan katalis asam borat atau asam phospat atau garamnya dari campuran clay atau tanah diatome. Proses ini mempunyai kelemahan yang merupakan alasan mengapa proses ini tidak dikembangkan lagi, yaitu dihasilkan beberapa hasil samping yang terbentuk bersama-sama formaldehide, antara lain asaetaldehide, propane, asam-asam organik. sehingga diperlukan pemurnian untuk mendapatkan formaldehide dengan kemurnian tertentu. Dengan demikian proses menjadi mahal dan hasilnya kurang memuaskan. (kirk&othmer, 1978)

Mengenai Saya

My photo
corat-coret bermanfaat dan menambah ilmu walaupun itu hanya sedikit. Gapailah cita-cita setinggi mungkin

Pengikut

 

© 2009 -Chemical Engineering | Blogger Template Designed by Choen | Using The 1KB Grid | Powered by Blogger